Panti Asuhan Don Bosco Surabaya
Halaman Depan Hubungi Panti Asuhan Don Bosco
Profil Panti
Pengelola
Dari Masa Ke Masa
Data Anak Panti
Fasilitas
Peraturan
Kegiatan Anak
Jadwal Harian
Kegiatan Ekstra
Berbagi dan Solidaritas
Kegiatan Lainnya
Pengasuh & Pendamping
Data Karyawan
Kegiatan Karyawan
Nominasi
Serba-Serbi
Tanggapan Anak Eks Don Bosco
Tanggapan Masyarakat
Sharing Mereka yang Telah Berhasil
Berdampingan dengan Panti Lain
Warta Berita Panti
Narasi

NARASI

Sharing Anak Panti: Ketika Aku Pergi



Saat liburan adalah saat yang kutunggu-tunggu dan aku ingin pulang sendiri. Saya bertanya kepada suster, 'Suster bolehkah aku pulang sendiri?' Suster menjawab, 'Tidak boleh! Kamu tunggu ibumu datang jemput karena aku ingin sharing dengan ibumu.' Namun dalam hati kecilku, rasanya aku ingin sekali pulang sendiri, dan akhirnya aku kabur dari Panti, hanya dengan membawa uang enam ribu yang diberi oleh teman Sekolah.

Saya menuju ke Stasiun Kereta Api yang cukup jauh dengan jalan kaki. Setibanya disana aku tidak bisa masuk karena uangku kurang, maka aku hanya berdiri di depan pintu peron, jalan-jalan, mondar-mandir, duduk, lihat TV, hari semakin larut akhirnya akupun tertidur di Stasiun Kereta Api.

Esok pagi yang indah saya didatangi oleh seorang bapak dan bertanya kepadaku 'Kamu mau ke mana?' Lalu aku mengatakan aku mau ke Kediri. Tapi uangku untuk beli peron dan transport tidak cukup, kemudian Bapak itu mengeluarkan dompetnya, mengambil uang dan memberikannya kepadaku. Aku berkata 'Terima kasih Pak.' Lalu aku langsung bergegas membeli tiket untuk masuk, akhirnya aku bisa duduk nyaman di dalam kereta api.

Setibanya stasiun tujuanku aku turun dan berjalan kaki cukup jauh untuk menuju ke rumahku. Tiba-tiba aku ditawari oleh seorang bapak naik becak, tapi aku mengatakan bahwa aku tidak punya uang. Bapak itu bersikeras untuk mengantarku dan berkata 'Tidak perlu bayar, aku akan antar kamu sampai di rumahmu!' Dengan hati gembira saya juga naik becaknya, lalu sampailah aku dirumahku. Sesampai di rumah saya tidak pernah bercerita pada ibuku kalau aku kabur. Namun akhirnya juga ibuku tau sendiri dari suster. Saya dimarahi sama Ibu.

Melalui pengalaman ini saya merasakan bahwa perbuatan saya yang demikian ini tidak baik, saya merugikan banyak orang, membuat Suster dan Bapa/Ibu pendamping kuatir, tetapi saya juga merasakan bahwa kemanapun aku pergi Tuhan selalu membimbingku dan menolongku lewat kehadiran orang-orang baik yang memberikan pertolongan. Saya juga yakin bahwa suster dan bapak/ibu pengasuh selalu mendoakan saya. Saya merasakan juga pengalaman ini mengubah saya untuk menjadi anak yang jujur dan bertanggungjawab sehingga semakin hari saya bertumbuh menjadi anak Tuhan yang baik. Amin.






 Narasi Lainnya :

Daftarkan alamat email Anda, agar dapat update dari web ini:





Kami keluarga besar Panti Asuhan Don Bosco mengucapkan banyak terima kasih atas segala kemurahan hati para dermawan yang telah membantu kami. Tuhan memberkati.